Ku Harus Pergi Meninggalkanmu Di Dalam Sepiku - PERANTAU

Breaking

 


Wednesday, December 31, 2014

Ku Harus Pergi Meninggalkanmu Di Dalam Sepiku


Masih teringat segar dalam ingatan, gelegar meriahnya suara kembang api yang menghiasi langit di malam pergantian Tahun baru. Masih pula terngiang keindahan dan kegembiran umat Adam yang menyambutnya di tahun-tahun sebelumnya, sebentar lagi hal itu akan terulang kembali. Namun, Joni tetap kelihatan lesu dan merasa sepi dalam kemelut yang menghantui. Laki-laki itu terlihat murung ketika detik-detik pergantian Tahun mendekati kehidupannya.

“Joni…!!! Kenapa kamu kok kelihatan murung, bukankah orang-orang di luar sana gegap gempita dengan berbagai cara menyambut tahun baru?”, tanya Lina teman akrab Joni sejak kecil.

Memang mereka berdua merupakan dua sejoli yang susah digambarkan bahkan diberi label status dalam kancah dunia anak muda maupun dewasa. Kedekatan mereka berdua melebihi seorang pacar, sahabat, bahkan saudara dalam rumah tangga.

“Gak ada apa-apa ko Lina”, sahut Joni sambil menatap langit yang dihiasi warna-warni percikan kembang api.

“Tapi kok kelihatannya sedih, kamu gak seperti biasanya lo Joni?”, ujar Lina menimpalinya.

“Gini lo Lina, disetiap malam pergantin Tahun baru, hati saya selalu sedih dalam kegembiraan hati umat manusia lainnya, hati saya selalu sepi di dalam lautan keramaian gelegar dan warna warni simbol kebahagiaan umat manusia. Bukannya apa Lina, saya hanya berfikir, belum banyak kebaikan yang saya perbuat di tahun lalu ternyata tanpa terasa tahun itu berlalu tanpa meninggalkan secercah kebahagiaan atas kehadiran saya di dalamnya”, jawab Joni sambil terus menatap meriahnya langit Tuhan.

Mendengar jawaban itu, tiba-tiba Lina terdiam dan nafas terasa sesak. Keduanya pun membisu, membiarkan pergantian tahun lewat begitu saja.

“Hai Joni, hai Lina, ngapain kalian berdua di sini, tadi gak ikutan ke alun-alun untuk ikut meriahkan pergantian Tahun?”, sapa Ratna yang tiba-tiba muncul dalam suasana cengkraman keheningan yang dibalut ramainya suara terompet dan gelegar kembang api.

Mereka berdua tetap terdiam dan Ratna pun menatap dua insan sahabat karibnya penuh kebingungan. Ratna yang biasanya cukup ceria dan ceplas-ceplos tiba-tiba ikut tertegun menatap wajah layu kedua sahabatnya bagaikan  bunga putri malu yang tersapu angin. Ketiganya pun seolah-olah bak manusia sihir yang dengan sekejap mampu menyulap keramaian menjadi hening penuh tanya. Dar-dor suara kembang api hilang terbius oleh drama tiga aktor muda yang turut menghiasi bumi Tuhan.
Setelah beberapa saat terbius dalam sejuta diam, tiba-tiba Joni menunjuk keramaian langit sambil meneteskan air mata.

“Sahabat ku, lihat!..langit itu telah menjadi saksi perjalanan hidup kita, namun belum banyak apa yang kita bisa berbuat untuk seluruh alam ini, tanpa terasa kita harus meninggalkannya dengan tiba-tiba. Mungkin orang lain bisa merasakan kebahagiaan, meninggalkan Tahun sebelumnya dan menyambut Tahun baru dengan suka cita, namun hati kecil ini seolah berat meninggalkannya karena terlampau banyak kesalahan yang telah ku perbuat.  Bahkan setitik tinta kebaikan dalam lembaran kertas putih pun tidak ada yang mampu ku torehkan. Hati ini selalu sepi dengan kebaikan-kebaikan yang menjadi tanggungjawab wakil Tuhan”, Tuturnya.

“Tapi masa kita tidak bisa ikut bahagia untuk menyambut Tahun baru itu Joni?”, tanya Ratna menyahuti.

“Iya Toni, walaupun terlalu banyak kita telah melakukan kesalahan dan sedikit kebaikan, tapi kan kita boleh bahagia menyambut Tahun baru, dan mudah-mudahan ke depan kita menjadi lebih baik lagi!!!”, kata Lina menimpali seolah setuju dengan perkataan Ratna.

“Iya, tidak salah memang bahagia menyambut datangnya tahun baru, tapi hati kecil saya terasa berat untuk meninggalkan tahun sebelumnya!!!”, jawab Toni tajam sambil menghela nafas panjang.

“Jadi, baiknya kita harus bagaimana Joni?”, lanjut Lina.

“Lina…, ko Joni bengong lagi?, ada apa dengan dia sebenarnya ya?, tanya Ratna yang bingung melihatnya.

“Maafkan Aku…!!!, ku harus pergi meninggalkanmu di dalam sepiku, sepi dari kebaikan, sepi dari titah-titah sabda Tuhan, sepi dari tanggungjawab sebagai wakil Tuhan, selamat tinggal Tahun 2014, dan selamat datang Tahun 2015”.

Jon…Joni…!!!, kamu kok bengong sih ditanya?”,ucap Ratna sambil menepuk pundak Joni untuk membangunkan dari lamunannya.

Mmmaaff…maaf..!!!, apa tadi Ratna?, sahut Joni yang sedikit bingung dengan keadaan.
“Hufff…., gak ada apa-apa kok”, jawab Ratna dengan sedikit kesal.

“Ratna, Joni, kita pulang yuk, dah malam ni!!!”, pinta Lina menyela.

“Kalian pulang duluan ya, saya belakangan, saya masih pingin di sini”, jawab Joni singkat.

“Oke Joni, sampai ketemu besok”, jawab Lina sambil melangkahkan kaki meninggalkan bangunan unik tak berdinding di atas hamparan luas.

1 comment:

Nama:
Eamil: